Keamanan Makin Terkikis

Belum lama ini terjadi kerusuhan antar dua komunitas yang terjadi Jalan Ampera, Ragunan, Jakarta Selatan tepat di depan pengadilan Jakarta Selatan. Kerusuhan yang terjadi ini terjadi saat tengah berlangsung kasus Blowfish, Blowfish merupakan nama sebuah cafe dibilangan Jakarta Selatan. Kasus ini dipicu karena ada sekelompok orang yang tidak dapat tempat duduk di cafe tersebut, hingga akhirnya terjadi keributan sampai harus dibawa ke meja hijau. Sebenarnyapada saat kejadian yang terjadi di depan pengadilan tersebut ada ratusan polisi yang tengah berjaga, namun mereka hanya diam saja tanpa berusaha menenangkan kerusuhan tersebut. Bahkan akibat kerusuhan tersebut ada seorang polisi yang terluka selain dari beberapa orang yang luka-luka bahkan meninggal dunia. Para pelaku kerusuhan tersebut membawa benda-benda tajam seperti : golok, parang, bahkan pistol. Kerusuhan tersebut terjadi tepat di depan polisi yang tengah berjaga tanpa bisa melakukun apapun. Kemacetan pun terjadi di sepanjang jalan tersebut.

Tidak hanya kerusuhan antar warga yang sering terjadi, namun saat ini kasus terorisme masih saja terjadi. Akhir bulan lalu di daerah pasar Sumber Artha, Kalimalang, Bekasi ada sebuah bom yang meledak tepat di perbatasan antara Jakarta dan Bekasi. Cukup berbeda dari beberapa kasus yang sebelumya, pelaku dari pengeboman ini adalah seorang pria berusia sekitar 30 tahunan yang mengendarai sepeda tua dengan tas ransel. Bom rakitan yang dibuatnya diletakkan di dalam tas ransel tersebut dengan diikatkan tali plastik. Kronologis ledakan bom tersebut terbilang cukup lucu, sebab saat si pelaku tengah mengendarai sepedanya di depan sebuah halte, ia melihat seorang polisi yang tengah berjaga di depan pos polisi di dekat halte tersebut. Entah ia kaget ataupun apa saat melihat polisi tersebut, tiba-tiba ia terjatuh dari sepedanya dan bom rakitan yang dibuatnya meledak sehingga membuat punggungnya luka-luka. Ia pun segera dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibat kejadian pengeboman ini menyebabkan kemacetan total baik yang ke arah Bekasi maupun Jakarta.

Keamanan di Indonesia kini makin terkikis, tidak hanya karena adanya kerusuhan antar warga yang seringkali dipicu oleh masalah sepele namun seringkali disebabkan karena SARA (Suku, Agama, Ras) serta terorisme yang masih merajalela. Bahkan, polisi yang seharusnya mengamankan masalah tersebut tampaknya “kalah” bila dibandingkan pelaku-pelaku kasus tersebut. Polisi kini sudah tidak lagi ditakuti oleh warga, bahkan beberapa masyarakat menganggap polisi adalah musuh masyarakat yang seringkali mengatur masyarakat dengan seenaknya. Tapi itu hanyalah pendapat sebagian masyarakat saja. Rasa persatuan, kesatuan serta toleransi antar warga Indonesia kini pun sudah mulai pudar. Akankah negeri ini yang terbagi menjadi beberapa pulau akan menjadi terpecah belah akibat kasus-kasus tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s