PENERAPAN TRANSPORTASI YANG BERGERAK LISTRIK

I. LATAR BELAKANG
Mobil konvensional seringkali dianggap sumber polusi baik polusi udara yang ditimbulkan oleh asap buang maupun polusi suara yang ditimbulkan oleh bunyi mesin dan knalpot mobil berbahan bakar minyak ini. Polusi udara di kota-kota besar 80% disumbang oleh knalpot kendaraan. Polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebagian besar subsidi BBM di bakar melalui penggunaan peralatan transport yang tidak efisien. Maka salah satu solusi yang patut dikaji secara bersama adalah “Penerapan Transportasi yang Bergerak Listrik” karena :
• Transportasi listrik sangat efisien
• Tidak menimbulkan polusi
• Tidak bising
Belakangan ini mungkin kita sering mendengar atau bahkan melihat di iklan media mengenai mobil Hybrid, tapi mungkin sebagian dari kita masih bertanya-tanya apakah mobil hybrid itu? Apa keuntungannya?
Dewasa ini beberapa perusahaan mobil listrik telah mempersiapkan diri dalam produksi dan penjualan mobil bertenaga listrik untuk di jalan raya. Diperkirakan dalam kurun waktu 2005 sampai 2025 sebagai masa peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak atau bahan bakar yang bersumber dari fosil menuju kendaraan yang ramah lingkungan. Berbeda dengan beberapa produsen otomotif ternama lainnya, yang cenderung terus menutak-atik perfoma engine agar lebih efisien dalam pemakaian BBM dan lebih ramah lingkungan. Industry otomotif (Mitsubishi, Toyota, Honda, Ford, dan lainnya) nampaknya lebih memilih stategi berbeda, dengan terlebih dahulu mempersiapkan secara matang peralihan teknologi yang akan digunakan. Beberapa diantaranya masih berkutak di pengembangan teknologi Fuel Cell dan penggunaan teknologi Lithium Batteries.
Bagi industry yang tergolong besar memang tidak mudah. Peralihan teknologi mobil konvensional ke mobil listrik (0 emisi) harus secara cermat dapat dalam melakoninya. Peralihan teknologi kendaraan yang menggunakan engine berbahan bakar fosil (BBF) menjadi kendaraan yang berteknologi penggerak listrik memang Nampak sama sekali tidak relevan. Namun untuk merespon tuntutan global yang semakin gencar, maka beberapa langkah-langkah strategis telah dilakukan oleh industry otomotif ternama saat ini, diantaranya dengan memperkenalkan teknologi hybrid dan fuel cell serta penggunaan lithium batteries serta energy storage pada mobil non hybrid. Dari beberapa teknologi mobil hybrid yang diperkenalkan dan bahkan sudah dipasarkan yang juga dijadikan sebagai media untuk mengadaptasi, jika kita mencermati dengan seksama nampak secara jelas fungsi/penggunaan motor listrik masih sangat didomonasi oleh pengoperasian engine bahan bakar fosil, walaupun dijual dengan harga yang cukup mahal (2 x harga mobil konvensional) namun dengan kepiawaian mereka dalam menggaet pasar serta mempengaruhi kebijakan pemerintah di setiap Negara (pembebasan pajak,dll) membuat kendaraan jenis ini tetap laku.

II. ISI
Mobil hybrid itu sendiri adalah hanya sebuah sebutan dimana semua kendaraan yang menggunakan dua sumber daya maka disebut mobil hybrid, dalam hal mobil hybrid menggunakan 2 sumber, yaitu bensin dan baterai isi ulang. Secara garis besar, karakteristik mobil hybrid adalah sebagai berikut :
– Terdiri dari dua mesin yaitu mesin yang menggunakan bensin sebagai sumber daya dan mesin yang menggunakan baterai isi ulang. Biasanya mesin dibuat lebih kecil dari mobil-mobil yang ada saat ini untuk mengakomodasi 99% waktu perjalanan pada saat tidak melalui tanjakan atau sedang “ngebut”. Pada saat mobil berhenti seperti lampu merah maka secara otomatis mesin yang menggunakan bensin akan mati dan digantikan dengan mesin yang menggunakan baterai isi ulang tersebut.
– Mobil dibuat lebih aerodinamis, sehingga dapat lebih meringankan kerja mesin mobil yang menggunakan baterai.
Menurut International Standard (ISO) mobil listrik dikenal dalam istilah Electric road vehicles yang di Amerika dikembangkan menjadi 2 jenis, diantaranya Zero Emission Vehicles (ZEV) dan Low Emission Vehicles. Mobil listrik yang dikategorikan menjadi ZEV adalah mobil baterai (Battery Operate) dan mobil Fuel Cell. Sedangkan yang dikategorikan menjadi LEV adalah mobil yang system penggeraknya memadukan antara convensional engine dengan motor listrik (mobil Hybride).
Berbagai teknologi yang berkembang terkait dengan mobil listrik ini antara lain :
1. Mobil Listrik (Battery Operate)
Mobil listrik jenis ini mengandalkan baterai sebagai sumber energy untuk menggerakkan kendaraan. Bagian yang sangat penting pada mobil listrik jenis ini adalah :
a) Motor listrik
b) Baterai (Aki)
c) Crarger (alat pengisian ulang energy listrik pada Aki)
d) System kendali (Controller)
e) Manajemen energy (Energy Managemen System)
2. Mobil Hybrid
Teknologi mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Honda ini sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran lingkungan. Cara kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi ulang/recharging saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh. Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila baterai habis, baterai/aki harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi charger onboard). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan kinetic energy saat mengerem (regenerative brakeing). Bahkan sebagian energy mesin dari mesin bensin/solar/bio fuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi baterai/aki. Dengan system operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM. Di kota Tokyo, Jepang, truk dan bus sudah banyak yang memakai tenaga mesin system hybrid karena dinilai amat efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi. Jenis mesin hybrid secara umum ada yang memakai system parallel dan system seri, namun yang paling umum adalah parallel. Mesin listrik pada kendaraan hybrid sebenarnya hanyalah sebagai penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai bensin ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis hybrid tak akan kuat menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin hybrid memang kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya yang semakin canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.
3. Mobil Surya (Solar Car)
Mobil tenaga surya atau tenaga matahari adalah jenis kendaraan yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Energy matahari ditangkap dengan menggunakan panel cell surya kemudian digunakan untuk menggerakan motor listrik yang berfungsi untuk memutar roda. Agar dapat digunakan secara stabil maka pada mobil surya dilengkapi dengan tempat penyimpanan energy (energy storage) umumnya digunakan accu/baterai. Dilengkapi dengan alat control pengatur kecepatan maka mobil ini dapat melaju sesuai dengan kecepatan yang dirancang. Di Indonesia berkisar 12 tahun yang lalu mobil ini dikembangkan oleh mahasiswa ITS Surabaya.
4. Mobil Fuel Cell
Fuel Cell adalah sebuah terobosan teknologi yang dilakukan oleh kalangan ilmuwan dan industry mobil untuk mencari sumber energy alternative penggerak mesin. Dan salah satu pilihan terkuat adalah bahan bakar hydrogen, dipilihnya hydrogen karena dianggap memenuhi dua alas an utama, yakni karena hydrogen ramah lingkungan. Gas buang hasil pembakaran hydrogen sama sekali tidak mencemari lingkungan. Alas an kedua, karena secara alamiah hydrogen tersedia dalam jumlah besar hingga bisa dimanfaatkan dari generasi ke generasi. Hydrogen secara ekonomis dapat diperoleh dengan murah. Siklus air juga memungkinkan hydrogen tersedia dalam jangka panjang. Hydrogen merupakan salah satu pilihan kuat sebagai bahan bakar mobil masa datang, menggantikan peran bahan bakar minyak (BBM) yang tingkat polusinya tinggi dan makin tipis ketersediaanya di alam. Hydrogen bisa diperoleh dengan cara melalui proses meng-elektrolisa air. Cara ini dianggap tidak menguabah keseimbangan alam, sangat simple, efetif, dan bersih. Yakni dengan teknik elektrolisa air dalam jumlah besar dengan menggunakan tenaga listrik. Caranya, dua elektroda dibenamkan ke dalam bak berisi air, untuk memancing hydrogen. Ion-ion hydrogen yang bermuatan positif (kation) berkumpul di sekitar katoda negative. Sedangkan ion-ion oksigen (anion) dikumpulkan menuju anoda positif. Dengan begitu terbentuklah hydrogen dal bentuk gas. Sedangkan hydrogen dalam bentuk gas didapatkan, maka melalui teknologi pembakaran ‘dingin’ di dalam sebuah sel listrik, yang hasilnya berupa tenaga listrik untuk menggerakan mobil.
5. Mobil Listrik Marlip
Mobil ini di Indonesia dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pebgetahuan Indonesia), dengan merek Marlip (Marmut Listrik LIPI). Mobil ini menggunakan sumber tenaga aki 200Ah/12V sebanyak 3 buah. Untuk perjalanan nonstop selama 8 jam, membutuhkan pengisisan ulang selama 8 jam pula. Mobil ini dapat menempuh kecepatan rata-rata 40km/jam. Mobil Marlip, terdiri dari banyak macam, seperti kereta pasien, mobil golf, kendaraan patrol polisi, hingga kendaraan perumahan unrtuk 2 penumpang. Saat ini sedang dikembangkan juga mobil listrik yang diberi tambahan sel surya di atapnya, untuk menambah daya jelajah mobil tersebut.

Hingga saat ini tercatat 31 perusahaan yang konsen mengembangkan mobil berpenggerak listrik :
1. Kurrent (American Electric Vehicles)
Kurrent perusahaan yang berkedudukan di Amerika baru mampu memasarkan kendaraan listrik yang mampu bergerak rata-rata 40 miles dengan kecepatan 25 mph, dengan segmen commuter car.
2. Tango (Tango Commuter Car)
Tango Commuter Car berkedudukan di Amerika telah memasarkan mobil listrik berkecepatan rata-rata 150 mph dengan jarak jelajah 80 miles. Saat ini penjualannya di California, Europe, and Asia.
3. Dynasty Electric Car Corp
Perusahaan yang sedang berkedudukan di Amerika saat ini memproduksi mobil listrik kecepatan rendah electric Low Speed Vehicles (LSV’s) for urban, recreational and light commercial markets.
4. Electric Kewet Buddy
Perusahaan yang berkedudukan di Denmark ini berdiri sejak tahun 1999 telah memasarkan mobil listrik yang mampu menempuh 80-100 km dengan kecepatan rata-rata 50 km per jam.
5. Spark Electrik Vehicles
Perusahaan yang berkedudukan di Wuzheng North America, LTD bekerja sama dengan perusahaan Jinan-Flybo di China memproduksi dan memasarkan kendaraan listrik yang mampu bergerak dengan daya jelajah 60+ miles dalam sekali charging dengan kecepatan rata-rata 35 mle per jam.
6. Global Electric Motor
Perusahaan yang berkedudukan di Fargo, North Dakota, memproduksi mobil listrik sejak tahun 1998 dengan memulai produksinya dengan kendaraan berkecepatan rendah (low speed) sejenis golf car dan commuter car.
7. Modec Electric Van
Berbeda dengan perusahaan mobil listrik lainnya, Modec yang berkedudukan di UK ini lebih memilih membuat kendaraan listrik jenis Truk. Melalui pembiayaan GE Capital Modec akan memasarkan kendaraan jenis truk dengan kemampuan lebih dari kendaraan konvensional. Mobil jenis truk yang ditawarkan ini sekaligus juga menggunakan berbagai fitur teknologi pedagaian lain dari kendaraan ini.
8. REVA
Perusahaan yang berbasis di India ini tepatnya di 122 E Bommasandra Industrial Area, Hosur Road, Bangalore sejak tahun 2001 telah memasarkan mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan di California, US. Kendaraan berkecepatan 45 mile per jam ini mampu menjelajah jarak sejauh 70 km.
9. Smith Electric Vehicles
Perusahaan mobil listrik berkedudukan di Inggris ini telah berhasil memasarkan produknya di Eropa dan juga di Amerika. Salah satu terobosan yang dilakukan dalam mematahkan kekhawatiran konsumen dunia mengenai keterbatasan teknologi mobil listrik, yakni dengan digunakannya produk Smith ini sebagai kendaraan cargo oleh perusahaan ternama TNT (pertama di dunia menggunakan kendaraan listrik) di Eropa. Kejadian ini bisa memberi gambaran bahwa perusahaan sekelas TNT yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan waktu dalam mengirim barang pun tidak memiliki hambatan dalam menggunakan mobil listrik apalagi jika hanya digunakan sebagai kendaraan sehari-hari.
10. Twike
Twike merupakan perusahaan mobil listrik yang berkedudukan di Switzerland, saat ini memproduksi kendaraan listrik roda tiga yang banyak diminati di Negara asalnya. Menurut keterangan, pada tahun 2008 mereka memasarkan kendaraan jenis ini ke berbagai Negara termasuk ke Amerika. Kendaraan hasil produksinya mampu menjelajahi jarak sejauh 80 mil dengan kecepatan maksimum 53 mil per jam.
11. Venturi
Perusahaan ini berkedudukan di Monaco. Memproduksi mobil listrik khusus jenis sport dengan kecepatan hingga 100 mph dengan kemampuan jelajah 155 mile. Mobil listrik yang diproduksi oleh perusahaan ini lebih membidik segmen penggemar mobil-mobil sport, dijual seharga 435,000 USD.
12. Zap Electric Car
Perusahaan ini berkedudukan di Amerika. Zap juga tergolong kendaraan listrik yang berkecepatan rendah tergolong low speed electric car dan telah banyak dipasarkan di Amerika. Dengan kemampuan memasarkan produk mobil listriknya seharga 11,000 USD. Beberapa waktu yang akan datang Zap berencana akan memasarkan jenis kendaraan listrik yang memiliki perfoma lebih besar bahkan setara dengan mobil konvensional untuk memenuhi kebutuhan pasar di Amerika dan beberapa Negara di dunia. Selain kendaraan listrik roda empat, Zap terlebih dahulu memproduksi kendaraan roda tiga dan bahkan juga memproduksi kendaraan roda dua (sepeda dan scooter listrik).
13. Zens Motor
14. Lightning Car Company
15. Spark Electric Vehicles
16. Tesla Motors
17. Think City
18. Phoenix Motorcars
19. Moteur Development International
20. Porteun
21. Universal Electric Vehicles
22. Aptera
23. Obvio
24. Fisker Automotive
25. Venture Vehicles
26. Miles Electric Vehicles
27. Ellica (The Electric Lithium-Ion Car)
28. Velozzi
29. Wrightspeed
30. ElBil Norge
31. Oddly Electric Cars

III. KESIMPULAN
Mobil hybrid menggunakan kombinasi dari mobil listrik dan pembakaran di mesin, dengan memaksimalkan kekuatan dari kedua sumber daya tersebut disamping saling mengisi kekurangannya. Hasilnya adalah efisiensi konsumsi bahan bakar dengan perfoma yang luar biasa dan pada saat yang sama mobil ini senderung ‘tidak berbunyi’ sehingga polusi suara pun dapat dikurangi.dengan makin digalakkannya kampanye teknologi ramah lingkungan, mobil hybrid akan memenuhi jalanan dalam waktu singkat.
Dengan menggunakan mobil hybrid, maka akan terdapat berbagai keuntungan, seperti :
 Mengurangi polusi karena dengan pemakaian baterai isi ulang, gas emisi yang dikeluarkan adalah nol.
 Tentu saja lebih irit bahan bakar dan bisa dibayangkan dengan kondisi di Jakarta yang tidak pernah macet, berapa banyak “uang bensin” yang bisa dapat dihemat.
 Pengurangan energy yang terbuang dan regenerasi energy.
 Mobil hybrid merupakan pilihan yang tepat bagi pengendara yang menyukai kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Walaupun demikian ada beberapa sisi kekurangan dari mobil hybrid, yaitu :
 Agak sedikit merepotkan karena harus menyisihkan waktu untuk mengisi ulang baterai.
 Keterbatasan jarak tempuh mengingat mobil hybrid menggunakan baterai isi ulang.
 Membahayakan keselamatan para penyandang tuna netra, sebab mobil hybrid tidak berbunyi maka hal ini sama artinya dengan menghilangkan ‘mata’ mereka.

IV. DAFTAR PUSTAKA
http://www.mattriks.blogspot.com
http://www.masrahmarlip.blogspot.com
http://www.otakku.com/../mobil-hybrid/
http://www.toyota.co.id/../hybrid_cars.html
http://www.berita.kapanlagi.com/tekno/mobil-hybrid/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s